Pages

Sabtu, 17 Maret 2012

Wabah Kutu Rambut, Trend Aneh Anak Sekolah


Gangguan dari kutu ini sepengetahuan saya, banyak menghinggapi wanita – wanita dari kampung, daerah serta anak – anak yang rambutnya kurang dirawat oleh orang tuanya, sebelum saya menuliskan ini , beberapa wanita yang sering menggunakan kain untuk menutupi rambutnya secara berkepanjangan juga sangat sering dihinggapi, jika malasmencuci rambutnya secara teratur,
Kutu rambut dapat hinggap tanpa melihat siapa orangnya, walaupun dia pejabat, pengusaha kelas tinggi, bisa saja terkena, apalagi jika diantara relasi pergaulannya ada yang sudah mempunyai kutu di rambutnya.
Orang tua yang telaten pada era 1980 an , seingat saya melakukan cara pembasmian secara langsung dengan, mengacak – ngacak, menyisir satu persatu rambut anaknya .selanjutnya jika diketemukan kutu itu atau telurnya, akan di tekan sampai hancur dengan memakai jempol sekuat – kuatnya.
Jika tidak mau repot, anaknya terutama laki – laki pasti akan di gunduli , plontos untuk menyudahi perkara dengan hama rambut yang cukup menggangu aktifitas sehari – hari itu. Kutu di rambut , bisa melebihi dari ratusan jika tidak ada gangguan, bertahan hidup dengan menghisap darah di sekitar kepala dan sangat cepat berkembang biak, jadi bisa di bayangkan, kepala bisa menjadi peternakan subur .
Solusi sederhana terbebas dari kutu rambut :
Hindari penggunaan peralatan / aksesoris rambut secara bersama – sama antara lain, kain penutup rambut, pita, topi, sisir.
Hindari terlalu dekat beraktifitas dengan kerabat yang terjangkit, seperti satu ruangan terlalu lama, satu tempat tidur., bertukar pakaian / meminjamkan.
Bersihkan seluruh ruangan, rumah secara menyeluruh, untuk kain – kain dapat direndam dengan air sangat panas untuk, meminimalisirkannya.
Gunakan sisir pribadi yang sangat rapat, geriginya.yang halus
Solusi pengobatannya :
Segera mengubungi dokter terdekat
Obat turun temurun yang suka di gunakan adalah penggunaan minyak kelapa hangat, dengan mengolesakannya , seperti saat bershampo secara menyeluruh sampai ke kulit dasar kepala, selanjutnya rambut di bungkus dengan kain atau plastic dan biarkan beberapa jam, selanjutnya kepala di bilas dengan air hangat.
Jika  dirasakan kutu itu masih berkeliaran di rambut, lakukan praktek serupa berulang – ulang sampai benar – benar terbebas.
Bisa jadi para pelajar wanita itu yang sedikit – dikit menggaruk kepalanya, atau mengibas – ngibaskannya seperti kegerahan, menjadikannya trend, gaya hidup, sebenarnya adalah aksi menutupi kegalauan atas aktifitas kutu rambut yang mengigit kulit kepalanya
Menganggap enteng musuh dalam selimut ( kutu rambut ) merupakan keputusan yang kurang tepat, coba anda perhatikan juga berapa banyak orang di sekitar kita, di televisi, yang pada saat mereka tidak sadari, menggaruk – garuk kepalanya saat wawancara, saat rapat, mau tertawa, tetapi tidak enak, mau di kasih tau sepertinya tidak pantas, membikin malu saja.
Paling jitu, selamatkan segera rambut kepala – kita masing – masing dari kutu rambut, karena emosi dan aktifitas dapat sangat terganggu .
Say No to Kutu Rambut !!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar