Pages

Sabtu, 28 April 2012

Bermain Game Online, Pelajaran dan Nilai Mulai Turun


Belum lama ini Teman saya yaitu Aldi Nola (cowok) yang adalah teman  sekelas saya saat ini di SMA. Sampai saat ini gara-gara kecanduan main game online! Nilai nya semakin turun (Beda tipis sama saya) Sekarang sih dia masih main game online mulu. Hampir tiap hari dia main di rumahnya. Nilai nya semakin turun, kemaren waktu di Rapor mid tahun lalu dapat peringkat 5 dan waktu rapor semester turun jadi peringkat 11.!! (Weleh, tadi aja nilai mid dia aja yang lulus nya cuma dikit, kira-kira 5 dari 18 mata pelajaran, walau pun belum semua mata pelajaran yg diberitahu  dan baru 10 yang baru diberitahu.!!)

Ngomongin tentang game online, rasanya udah nggak asing lagi bagi kita karena selama beberapa tahun belakangan, game online telah diminati oleh banyak pelajar dan mahasiswa, bahkan sampai anak SD pun udah banyak yang mengenalnya apa lagi anak SMA. Dengan menjamurnya warnet maupun di Rumah, menjadi salah satu bukti bahwa semakin berkembangnya game online di zaman sekarang. Saat ini pengguna game online di Indonesia tercatat mencapai 6,5 juta orang di tahun 2011.(Info dari Website Digital)

Selasa, 24 April 2012

Menulis di Dunia Blog.!! :)


Banyak hal yang sebenarnya bisa didapatkan dengan nge-blog (bahasa kerennya). Terhubung ke dunia maya seharusnya tidak hanya berbicara soal facebook saja. Masih ada banyak hal bisa dilakukan melalui dunia maya, apalagi untuk proses aktualisasi diri (eksis). Nah, salah satunya bisa dengan mem-publish tulisan melalui blog.

Lain orang, lain pula motifnya untuk nge-blog. Ada yang membuat blog hanya untuk mencurahkan perasaannya saja (diary).  Ada pula yang membuat blog untuk tujuan komersial, baik itu dalam hal pemasaran maupun hanya sekedar mengumpulkan uang melalui adsense google.

Sekarang, saya tertarik membuat blog untuk eksis.
“Saya mau terkenal juga di dunia maya,” pikir saya saat ini kayak si AriefMuhammad (Poconggg) maupun Radithya Dika.

Jadilah saya membuat blog. Awalnya saya berusaha untuk membuatnya terlihat keren dibandingkan yang lain. Pasang ini-itu biar terlihat keren. Bahkan berbagai macam tulisan pun saya posting di blog saya. 

Sedari awal, saya membuat blog untuk bisa mempublikasikan tulisan saya agar bisa dibaca orang lain. Saya suka menulis, dan tentu saya ingin orang lain membacanya. Soalnya kalau dikirim, jarang yang bisa dimuat di surat kabar atau media-media cetak lainnya. Hehe..

Saya mulai berkomitmen untuk bisa selalu menghasilkan tulisan-tulisan yang baru. Minimal satu tulisan dalam tiga hari. Tidak peduli tulisan apapun. Mau curhat, mau kritik, resensi, dan sebagainya. Yang terpenting, tetap menulis. Alhasil, sayaselalu meng-update blog saya dengan tampilan yang lebih friendly. Tidak lagi pikir-pikir. Yang terpenting, tulisannya selalu update.

Oleh karena itu, dunia blogging tidak terlepas dari kegiatan tulis-menulis. Copy-paste hanyalah bumbu-bumbu blogging itu. Jika kita melihat ada banyak blog dengan tulisan-tulisan hasil copy-paste, itu bukan berarti mereka tidak kreatif. Hanya saja, saya yakin, tujuan mereka nge-blog adalah untuk mencari uang, biasanya melalui iklan-iklan di blognya.

Terlepas dari itu, blog merupakan sarana untuk bisa mempublikasikan diri, baik melalui tulisan maupun produk-produkn. Ibarat sebuah kota, blog merupakan salah satu rumah kita di dunia maya. Tempat tinggal kita. Di tempat itulah kita dikunjungi orang lain. Jika dibiarkan terbengkalai, siapa pula yang mau berkunjung ke tempat itu ataupun hanya untuk sekadar mengenal pemilik rumahnya? Jejaring sosial seperti facebook dan twitter, hanyalah tempat-tempat kita bersosialisasi, berteman. Namun, ada juga blog yang selain bisa sebagai ladang menulis,  bisa pula menjadi jejaring sosial untuk memperkaya teman dan mencari ilmu. Salah satunya Kaskus. Bisa dicoba sendiri. Hehe…

“Jadi, tujuannya nge-blog apa?”
Bagi saya, blog sebagai ajang publikasi diri, tempat untuk berbagi ilmu dan pengalaman, serta bisa juga menjadi tempat untuk mencurahkan segala perasaan kita. Namun, kalau dijadikan sebagai diary, terkadang pemiliknya tidak ingin tulisannya dibaca orang lain. Kadang juga menulis tentang teman-teman di kelas.!! :)


                                                                                                                            Ivan Albrado

Minggu, 22 April 2012

Minat Menulis di Kalangan Remaja dan Anak Sekolah


Bukan hal yang mengejutkan lagi, kegiatan membaca di kalangan remaja sekarang ini rendah. entah mengapa tak sedikit remaja yang alergi pada buku, bahkan majalah. namun, ada suatu fenomena yang muncul beberapa tahun belakangan ini. tahun 2000an, mulai booming suatu aktivitas remaja yang berkaitan dengan tulis menulis. apa itu? yaitu, remaja jaman sekarang suka menulis cerita dengan genre fan fiction.

Nah, apa itu fan fiction? adalah suatu cerita yang berasal dari imajinasi seorang penggemar terhadap artis kesukaannya. *ya, seperti itulah* fan’s fiction, fan’s will.
dengan banyaknya media eletronik berupa blog dan forum, 
Remaja menyalurkan kecintaannya tersebut. mereka menuliskan fanfic buatan mereka di forum - forum dan blog - blog.

Para remaja tiba  - tiba memiliki kemampuan menulis. menulis apapun yang dia sukai tentang artis favoritnya. padahal, banyak dari mereka belum pernah menulis cerita sebelumnya.
Ya, sekarang menjamur penulis muda. utamanya menulis fanfic. namun, bagaimana kualitasnya? bagaimana kesusteraannya? apa pula fanfic itu sebenarnya? akan kah mengganggu dunia sastra dan pakemnya?

saya sendiri sih, masih amatiran. saya juga pernah menulis fanfic dengan kacaunya. bahkan bentuk fanfic saya malah cenderung ke bentuk skrip. Saya mulai belajar menjadi seorang penulis, walaupun hanya dalam bentuk artikel, saya mulai karena terinspirasi dari berbagai penulis Indonesia mulai dari si KambingJantan RadityaDika, Ariefmuhammad, Adhitya Mulya, Dan Masih banyak yang lain nya. Mereka menulis kisah-kisah mereka yang aneh dan lucu-lucu. Dari sana saya mulai mendapat Hobi menulis tentang Dunia, kehidupan serta gaya Remaja dan Anak sekolah dan untuk itu sayaMembuat Blog Trend Sekolahan untuk sarana memposting Tulisan saya.

Menulis adalah sebuah skill atau keterampilan yang bisa dikembangkan. Belajar menulis sama saja dengan belajar bahasa asing. Tidak dibutuhkan bakat dalam menulis, tapi melalui latihan yang rutin, keseriusan, kesabaran, ketekunan dan semangat pantang menyerah dan tidak cepat puas dan melalui membaca bisa mendapat wawasan yang lebih luas.

Kebanyaakan tulisan saya dari teman-teman di sekolah, namun ada juga saya dapat dari berbagai buku yang saya baca, kemudian menggembangkan nya kembali. Maklum, masih Newbie dalam hal menulis.. :) 

Namun remaja dan anak sekolah sekarang ini menurut saya kurang suka menulis maupun membaca buku pelajaran, (soalnya saya juga seperti itu) Hahaha.. Seperti teman saya yang kebanyakan waktu nya di habiskan untuk berselancar di Internet dan jejaring sosial seperti Febrina Rahmadani, Aldi Nola, Siti Hardina dan ada juga yang membaca Komik danj novel yaitu Ayu Sulistyo dan ketiga kampret dan Alayer di kelas saya.!! :). Jangan ditiru kelakuan nya, namun saya mengingatkan tema-teman agar jangan lupa belajar, karena belajar untuk masa deman.. (kayak belajar aja...) Hehe :malu

Sekarang mulai ada perlombaan untuk para remaja dan anak sekolah untuk menulis novel maupun buku, melalui event-event yang diadakan di setiap tempat ini mungkin teman-teman semua dapat menjadi penulis yang handal dan terkenal..

Saya sekarang masih SMA dan saya punya niat  dalam diri saya untuk bisa menjadi seorang penulis. Saya berharap agar sekarang Anak Sekolah maupun remaja yang membaca tulisan saya ini dapat membangkitkan semangat dalam menulis.!!


Sekian yang dapat saya tulis, tapi untuk selanjutnya akan saya tinggkatkan.
Harap maklum masih pemula (Newbie).. :D

Terima Kasih :)

Jangan Lupa tunggu karya Tulis saya yang Lain.!!

Rabu, 18 April 2012

Kenapa Anak Sekolah Harus NgeBlog


Dalam tulisan ini saya (Ivan) akan bahas satu persatu secara mendalam mengapa anak sekolah perlu ngeblog dan apa manfaat blog dalam dunia pendidikan.

Blog adalah teman kamu yang tidak pernah marah. Teman yang dapat menghantarkan kamu “Bercuhat Ria” menuliskan apa yang ada dalam otak kamu. Blog adalah diary online yang membawa kita untuk saling berbagi. Berbagi pengetahuan, dan pengalaman hebat kita masing-masing. Adanya blog tentu bukan hanya  sekedar mejeng di internet atau istilahnya “NARSIS”, tetapi akan membuat kamu memiliki keinginan untuk menulis. Menulis sesuatu yang mungkin perlu diketahui oleh orang lain.

Di dunia maya inilah tulisan kamu akan teruji secara ilmiah dan alamiah. Artinya, bila tulisan kamu bermanfaat untuk orang lain, maka akan banyak dengan sendirinya orang akan datang berkunjung ke blog kamu memberikan komentar. Baik komentar yang positif maupun komentar yang negatif.

Dalam blog kamu bisa terjun bebas, menuangkan segala ide dan kreativitas dari potensi unik kamu yang tersembunyi. Di sanalah kreativitas kamu akan teruji. Bila kamu kreatif dalam pengelolaan blog, maka blog yang kamu miliki akan membuat orang lain tertarik untuk datang ke rumah virtual kamu di internet.

Kegiatan “Nge-Blog” bukanlah sekedar kegiatan sia-sia yang hanya menghabiskan waktu. Kalau kalian pandai membagi waktu dan mengelola blog dengan tulisan-tulisan yang kreatif serta dilakukan terus menerus setiap hari, maka disanalah kamu akan menemukan sebuah keajaiban. Kejaiban blog yang akan menghantarkan kamu menjadi seorang hebat dalam dunia tulis menulis. Jangan kaget apabila dirimu akan lebih tenar dari para artis papan atas negeri ini.

Blog adalah media “gaul” yang sangat interaktif apabila dimanfaatkan dengan baik oleh anak sekolahan. Blog bisa menjadi media pembelajaran interaktif yang dapat menghantarkan para pelajar dan mahasiswa untuk saling berinteraktif dan malakukan feedback atau umpan balik antara guru dan murid atau antara dosen dan mahasiswanya.

Keputusan memiliki blog harus disadari oleh dirimu bahwa blog yang kamu kelola harus memiliki nilai manfaat untuk orang lain. Oleh karena itu, menulislah sesuatu yang berbeda dengan orang lain. Jangan biasakan “copy and paste” sehingga orang akan menilai kalau dirimu adalah orang yang kreatif yang memiliki “karakter” dan dapat menghasilkan konten-konten kreatif di dalam blog yang kamu kelola.

Di samping hal-hal di atas ada beberapa hal lainnya yang perlu kalian ketahui kenapa anak sekolahan perlu ngeblog.

Tips-tips praktis menulis di blog, kamu akan merasakan bahwa blog adalah “guru kamu” yang tak pernah marah. Dia bisa menjadi pacar kamu dalam sedih dan gembira (Agak aneh sih). Dia bisa menjadi teman kamu dalam mengejar cita-cita menjadi orang hebat negeri ini. Pokoknya blog harus jadi teman setia kamu untuk menjadi siswa yang berprestasi di sekolah. Karena itu, biasakan juga untuk membuat rangkuman atau resume pelajaran yang kamu anggap penting dalam blog kamu yang berbau pendidikan dan kamu link ke dalam blog kamu lainnya.

Jangan biasakan dirimu hanya sekedar mencari informasi saja di internet. Dengan adanya blog, kamu bisa menciptakan segudang informasi dan membuat kamu menjadi orang yang produktif dalam menciptakan informasi dari apa yang kamu baca, kamu lihat, dan kamu alami sehari-hari dengan suasana santai dan apa adanya. Blog akan membuat kamu menjadi seorang produsen informasi dalam era teknologi canggih saat ini. Orang bule mengatakan era “cyber space”. Era dimana setiap orang bisa saling terkoneksi antara satu dengan yang lainnya secara online di seluruh dunia. Dunia nyata terasa semakin cantik saja dengan adanya dunia maya. Kamu bisa lihat bagaimana facebook, dan twitter menguasai dunia. Walaupun kita sama-sama tahu bahwa dunia maya tak secantik artis Luna Maya. Hehehehe.

Ada pepatah mengatakan, “tak kenal maka tak sayang”. Tak kenal maka tak kawin. Kalau kamu ingin merasakan keajaiban blog, kenali dan rasakan dahsyatnya blog dalam menghantarkan kamu menjadi orang  tolol dan hebat dengan keluguannya. Orang yang perlu diikuti ketololannya dalam dunia blog yang menghantarkannya menjadi selebritis papan atas negeri ini. Siapakah dia? Dialah si kambingjantan raditya dika. Kunjungi blognya, dan rasakan dunia terasa surga. Hahahahaha. :)


Senin, 16 April 2012

Cara Cerdas Mengadapi UN (Semua Pelajar)


Teman-Teman :)

Apakah Ujian Nasional (UN) sangat menakutkan bagimu?  Sebagian orang mengatakan: ya. Namun sebagian  lagi mengatakan: tidak. Jika di benakmu sekarang ini tersimpan ketakutan, kekawatiran akan UN, mari ikuti paparanku - sekedar  coretan kecil -  “Trik cerdas menghadapi UN”.
Coretan kecil ini, kubagi menjadi dua bagian besar.  Kiat cerdas pertama, apa yang perlu dilakukan  di rumah dan yang kedua yang perlu dikerjakan di sekolah.
Di rumah:
Setelah belajar, berjibaku sekian bulan menyiapkan UN, sekarang saatnya untuk menyiapkan diri  - ‘menyempurnakan’ diri. Titik pangkal dari semua itu  adalah: tanamkan dalam hati, bahwa UN adalah bagian dari kesuksesanmu untuk yang akan datang. Karena UN bagian dari kesuksesan, maka usahakan berbuat dan bertindak baik, benar dan bijak dalam melangkah - mengerjakannya.  Bertindak baik, dalam arti usahakan tulus bekerja. Pepatah ‘kerja curang, akan tergemplang‘, itu ada benarnya. Benar, dalam arti ikuti aturan yang ada. Bijak dalam arti  usahakan Teman  mempunyai skala prioritas dalam mengerjakannya.
Pertama:
Istirahatlah yang cukup, kurangi begadang, main game. Jika perlu matikan TV di kamarmu, matikan HP (gunakan HP sebatas perlu saja).
Kedua:
Siapkan semua peralatan tulis, ballpoint, pensil, penghapus… jangan menunda menyiapkannya.
Ketiga:
Buatlah hatimu selalu merasa nyaman, tenang. Hal ini akan sangat terbantu jika engkau berdoa, berserah diri untuk semua upaya yang telah kau siapkan selama - dan menjelang UN.  Mengapa hal ketiga ini penting? Karena jika kau hanya  mengandalkan kemampuan budimu, dirimu dalam keterbatasan. Bergantunglah pada yang Maha-tak-terbatas.
Keempat:
Sebelum berangkat UN, usahakan sarapan, minum. Alasannya sederhana, perut yang kosong akan mengganggu konsentrasi. Namun hal ini tak berlaku bagi sebagian orang yang terbiasa tidak sarapan.  Artinya bisa jadi hanya minum susu plus makan camilan yang ada.  Terus, berangkatlah ke sekolah lebih awal. Mintalah berkat - doa orang tuamu.
Di sekolah
Nah, ceritanya sudah di sekolah nih…. Apa yang perlu dilakukan ketika sudah di sekolah?
Pertama:
Setelah sampai di sekolah (berangkat lebih awal),  silakan lihat, cek (kembali) nomor dan tempat kamu akan UN.  Jangan sampai salah masuk  ruangan. Jangan sampai hal tersebut (salah masuk ruangan) membuyarkan konsentrasimu. Sapa para pembimbing - pengawasmu dengan ramah, sopan (jika bertemu).  Merekakah ‘orang tuamu’ saat ini, jangan takut.
Kedua:
Jika bel sudah berbunyi, bersegeralah masuk ruangan dengan tenang. Tas dan (biasanya) HP ditempatkan di tempat tersendiri.  Rilekskan dirimu. Duduklah senyaman mungkin.
Ketiga:
Jika soal sudah dibagikan, bukalah dengan tenang. Bacalah petunjuk mengerjakan soal dengan teliti. Setelah itu, kerjakan mulai dari soal yang paling mudah, lalu soal yang mudah, yang agak sulit, lalu kerjakan soal yang sulit. Mengapa kutuliskan begitu?  Alasannya sederhana:  jika kamu langsung mengerjakan soal yang paling sulit, maka bisa jadi waktumu akan tersita untuk mengerjakan  soal itu saja.
Catatan: dalam hal ini tak berlaku bagi semua orang. Masalahnya,  juga ada orang yang terbiasa mengerjakan soal yang paling sulit baru menyusul mengerjakan soal yang mudah.   Semua tergantung kebiasaan.  Ingat lo, a la bisa karena biasa.
Keempat:
Andai  semua soal sudah terkerjakan, usahakan baca sekali lagi. Cek ulang…baca ulang.
Kelima:
Saat bel tanda usai (habis) untuk mengerjakan soal UN, segeralah keluar dengan tenang. Jangan lupa kumpulkan lembar jawaban (dalam hal ini tergantung mekanisme kebijakan sekolah, bisa juga pengawas yang mengumpulkan).
Keenam:
Pulanglah kerumah. Istirahat,  (makan  - olah raga kecil [mis. lari-lari], dst, atur - sesuaikan sendiri) secukupnya.  Jika dirasa cukup, persiapkan untuk mata UN yang berikutnya.
Nah, sederhana ‘kan? Berpikir dan bertindaklah untuk sukses. Ingat, didunia ini semua hal yang baik dan mulia perlu diupayakan, termasuk keberhasilan dalam UN dengan tulus - lurus.

Teman
Tulisan ini cuma ’sepotong pengalaman’ selama ujian yang saya alami (termasuk UN SMP).  Semoga tulisan ini ikut membantumu.
Salam Prima, sukses terbaik untukmu.

Sabtu, 14 April 2012

Teman Belajar Anak Sekolah Yaitu Ponsel


Semakin maraknya penggunaan ponsel di kalangan anak sekolah sudah bukan lagi fenomena baru. Ponsel bahkan telah menjadi gaya hidup mereka. “Rasanya tak gaya kalau tak pegang ponsel” begitu ungkapan rata-rata dari teman saya. Sebagai Pelajar Saya cukup memastikan bahwa saya menggunakan ponsel yang dilengkapi dengan fitur-fitur yang bisa membantu proses belajar saya, bukan hanya fitur-fitur untuk hiburan semata. Mengapa saya berkata demikian? Fitur-fitur yang dapat membantu siswa dan siswi termasuk saya, dan menurut saya, bisa kita jadikan sebagai fasilitas belajar bagi kita . Nah, fitur-fitur apa saja yang saya maksud? Sejauh mana fitur-fitur tersebut bermanfaat dalam membantu kita belajar? Adakah sisi negative yang ditimbulkan atas penggunan ponsel berfitur demikian? Jika ada, bagaimana solusinya?

Fitur Canggih Teman Belajar
Semakin pesatnya perkembangan teknologi membuat perkembangan ponsel juga semakin cepat. Mulai dari tampilarn luar ponsel, fitur-fitur yang menghiasi layarnya, hingga harga ponsel pun sekarang telah menjangkau kantong semua orang tua kita. Hal ini membuat si pencipta ponsel berlomba-lomba menghadirkan fitur-fitur canggih yang menarik minat anak remaja (anak sekolah). Salah satunya adalah fitur Google Search. Fitur ini sangat membantu kita dalam mencari informasi apapun yang berhubungan dengan pelajaranya. Ketika kita harus menyusun sebuah tugas pribadi maupun kelompok, menulis artikel, kita tidak perlu lagi bolak balik mengunjungi perpustakaan demi mendapatkan sumber referensi yang dibutuhkan. Dengan menaruh ponsel di meja belajar dan mengutak-atiknya, mereka pun siap membaca berbagai tulisan sebagai sumber pengetahuan mereka. Mereka pun bisa browsing dan download paket soal-soal latihan untuk dikerjakan. Misalnya, paket koleksi soal ujian.
Selain Google Search, Dictionary (kamus) merupakan fitur yang wajib ada di ponsel anak sekolah. Kecanggihan fitur ini akan memudahkan siswa dalam mencari arti kata bahasa asing atau mencari definisi secara otomatis tanpa harus membuka dan menelusuri lembar demi lembar kamus setebal bantal yang selama ini digunakan. Kita tinggal menulis kata yang dimaksud dan klik, lalu akan muncul berbagai pilihan definisi. Dalam hal ini, kita tinggal mencari definisi yang sesuai dengan konteks. Efektif, bukan?
Disamping memiliki fitur Google Search dan Dictionary, ponsel masa kini juga dapat menyimpan data yang mudah dibawa kemana-mana. Anak sekolah pun bisa menyimpan data-data yang berupa informasi secara langsung di lokasi sehingga tidak perlu membawa buku agenda. Cukup dengan ponsel, mereka bisa lebih praktis mengolah informasi yang ada.
Yang tak kalah up to date di kalangan anak sekolah adalah beberapa situs jejaring social seperti Facebook, Twitter dan MySpace. Situs-situs ini pun sudah bisa diakses melalui berbagai jenis ponsel. Jika selama ini situs-situs tersebut masih dimanfaatkan sebagai hiburan saja, maka sekarang sudah tak mungkin lagi bisa dimanfaatkan sebagai sarana belajar. Bagaimana bisa? sedangkan Di luar jam pelajaran sekolah, rata-rata pelajar seperti saya selalu online. Aktifitas seperti ini akan memacu saya untuk memaksimalkan fungsi situs jejaring social untuk keperluan belajar saya, bukan hanya untuk berbagi keluh kesah atau hiburan semata.

Dampak Negatif
Pemanfaatan ponsel dengan fitur-fitur canggih sebagai fasilitas belajar bukan berarti tidak memiliki efek negatif bagi anak sekolah. Jika kita terlalu banyak mengandalkan Google Search, maka rasa malas akan menghinggapi kita. Kita akan lebih sering menyalin daripada membaca dan menela’ah. Hal ini menyebabkan anak sekolah malas belajar seperti sekarang ini di dalam kelas saya. Akses pengiriman data juga menyebabkan kita sering sharing dan menyimpan data yang tidak sepatutnya untuk disimpan. Demikian halnya dengan situs jejaring sosial yang memudahkan mereka mencari teman dan membentuk komunitas maya dan mengacuhkan lingkungan realnya. Maka kita akan lebih asyik berlama-lama menghinggapi dunia maya sehingga perhatian terhadap pelajaran sekolah teralihkan.

Solusi
Memang akan menjadi dilema (kayak judul lagu CherryBellle) bagi orang tua dan guru dalam menyikapi fenomena penggunaan ponsel di kalangan anak sekolah. Secara berkala orang tua hendaknya selalu memeriksa isi ponsel kita sebagai upaya preventif agar kita terbebas dari pengaruh negatif ponsel. Pada saat membelikan ponsel, orang tua pun harus pandai memilih ponsel yang sesuai dengan kebutuhan kita. Tapi kita selalu membujuk agar membeli ponsel yg bagus dan bisa Internetan.
Demikian halnya dengan guru. Guru harus bisa memantau siswanya dalam pemanfaatan ponsel di sekolah. Orang Tua saya yang berprofesi guru mengatakan, ia membuat kesepakatan dengan murid tentang kapan mereka diperbolehkan memanfaatkan ponsel untuk menunjang proses belajar mereka. Ia juga membuat kesepakatan tentang kapan murid dilarang menggunakan ponsel saat pelajaran. Ia juga menetapkan sangsi-sangsi yang akan dikenakan kepada murid tersebut jika mereka melanggar kesepakatan. Peraturan seperti ini dibuat bersama-sama dengan murid. Dengan demikian, pemanfaatan ponsel akan benar-benar mendukung proses belajar. Dalam hal ini lah, ponsel berperan sebagai teman belajar siswa.

Contoh Pemanfaatan Ponsel Sebagai Teman Belajar
Ijin memanfaatkan ponsel saat belajar tidak diberikan kepada semua siswa. Selama ini, beberapa sekolah baru membatasi ijin pemakaian ponsel pada siswa Sekolah Menengah Atas. Sementara untuk siswa SD-SMP masih tidak diperbolehkan memakai ponsel.
Seperti saya menggunakan ponsel untuk internetan dalam mencari tugas-tugas seperti puisi maupun Ringkasan, sebab lebih mudah mendapatkannya dari pada mencari di buku cetak sedangkan untuk meringkas kita sudah dapat mencari ringkasan yang sudah tersedia di Internet melalui ponsel. Meskipun demikian, pemanfaatan ponsel itu saya gunakan seperlunya karena dapat membuat dampak negatif, jadi Ponsel sangat membantu kita dalam proses belajar, contohnya kamus dalam ponsel membantu dalam men-translate tugas maupun kata-kata sulit tanpa membuka kamus. saya juga menggunakan nya untuk update jejaring sosial seperti Twitter dan Facebook. Jadi kedua nya harus di imbangi agar berguna dalam proses belajar.


Mari manfaatkan ponsel sebagai teman belajar kita dan sebagai anak sekolah harus tahu batas-batasnya penggunaan ponsel. Jangan seperti salah satu teman saya dikelas yg sering mengunakan Blackberry nya untuk SMS dan BBM-an dengan teman-temannya. Walaupun dia yang melakukan, tapi saya menjadi terganggu oleh kelakuannya dan menjadi tidak konsentrasi dan fokus pada pelajaran. Dan saya berharap dia lebih bijak lagi dalam menggunakan ponsel di saat pembelajaran di sekolah.


Sekian Artikel ini, semoga bermanfaat bagi teman-teman dan Anak sekolah seluruh Indonesia.
Tunggu Artikel selanjut nya Ya.. :)

Jumat, 13 April 2012

Sudahkah Anda Senyum Hari ini.??


13339881281023075073
tersenyum..
betapa mudahnya hal itu dilakukan. Bahkan dalam sedetik pun kita telah mampu mengubah bentuk bibir kita menjadi sebuah senyuman dan hanya butuh sekitar tujuh detik untuk mempertahankan senyum agar terlihat sebagai ungkapan ketulusan hati.
senyum itu sederhana, tapi dahsyat luar biasa. Ia mudah, tapi sangat berharga.
karena dibalik sebuah senyuman kecil tersimpan makna raksasa.

Bagi saya senyum adalah suatu kebahagiaan sederhana yang bisa kita bagi kepada sesama.
senyum dapat membuat beban sehari-hari terasa lebih ringan.
bahkan ada salah satu riset yang menyebutkan beberapa makna senyuman secara psikologi. 

Diantaranya yaitu senyum dapat membuat kita lebih menarik. Karena ketika kita tersenyum kita membuat perasaan orang di sekeliling kita menjadi senang dan nyaman. Senyum juga dapat mengubah perasaan, ketika kita bersedih maka cobalah untuk tersenyum karena senyuman membuat perasaan menjadi lebih baik dan yang terpenting senyum dapat membuat seseorang seseorang akan cenderung berpikir positif karena dalam senyuman terdapat sinyal bahwa “hidup itu baik”.tersenyum juga membawa dampak baik bagi kessehatan kita, antara lain dapat menurunkan tekanan darah dan mengencangkan otot-otot wajah sehingga dapat awet muda.ternyata dari sesuatu yang sangat sederhana tersimpan kebaikan yang luar biasa.
satu lagi, senyum itu bersifat menular lohh… maka dari itu Tersenyumlah! tularkan senyumanmu pada sekelilingmu karena senyum itu sadaqah yang  tidak mahal.
Senyum terjadi hanya sekejap, tetapi kenangannya kadang berlangsung selamanya.
jadi, sudahkah anda senyum hari ini???

Kepada Anak sekolah dan Remaja, saya mengingatkan bahwa tersenyum itu jangan terhadap pacar saja, melainkan kepada semua orang, Terutama Guru dan Orang yang lebih Tua. Dengan begitu hidup bisa lebih berwarna :)








Kamis, 12 April 2012

Makin Dewasa Harus Semakin Berani Menggapai Impian


Umur semakin lama semakin bertambah. Seiring bertambahnya umur, bertambah pula hal-hal yang lainnya. Entah itu masalah, pikiran, pola pikir dan keadaan psikis kita. Percaya atau tidak, semakin kita dewasa sebenarnya kita semakin takut menjalani hidup. Mengapa? karena setiap kita melakukan sesuatu pasti kita akan berpikir apa yang akan terjadi nanti, bagaimana kita cara mendapatnya, menghitung peluang mendapatkannya dll. Sedangkan saat kita masih kecil apa pernah kita berpikir seperti itu terus saat sedang melakukan sesuatu? Contohnya saja seperti cita-cita. Waktu kecil kita berani menentukan cita-cita setinggi mungkin, tidak peduli bagaimana caranya untuk mendapatkannya. Seperti saya, saat masih kecil saya bercita-cita menjadi pilot tapi saat saya sudah menginjak dewasa entah mengapa itu menjadi sesuatu yang mustahil bagi saya. Padahal saat saya masih kecil dulu rasanya tidak pernah merasakan sesuatu yang mustahil.
Dengan adanya perkembangan pola pikir, itu membuat saya menjadi suatu keterbatasan melakukan sesuatu. Jika saya ingin melakukan sesuatu pasti saya menimbang-nimbang dahulu apakah itu baik untuk saya atau tidak. Menurut saya, pola pikir yang realitis seperti ini membuat rasa pesimis untuk melakukan sesuatu. Beda dengan anak kecil yang menginginkan sesuatu. Mereka akan berusaha untuk mendapatkannya walaupun bagaimana caranya. Sementara kita yang sudah dewasa baru dihadapkan suatu masalah yang berat saja sudah menyerah. Selintas saya berpikir, mungkin perkembangan orang dewasa lebih baik dari anak-anak. Tapi keberanian anak-anak sangat jauh lebih berani daripada orang dewasa. Jadi, sebaiknya kita perlu belajar dan mengambil pengalaman saat kita masih kanak-kanak yaitu “berani menghadapi sesuatu”. Jangan semakin umur bertambah, kita semakin takut untuk bermimpi, mempunyai cita-cita atau menghadapi apapun. Hadapilah apapun dengan merasa kalau kita masih anak-anak dan HARUS BISA mendapatkan apa yang kita mau dan inginkan (tapi harus yang positif ya).

Terima Kasih.!! :)

Jangan Lupa ya, lihat terus blog saya.!! :)
Dan
Tunggu Update artikel selanjutnya....

Rabu, 11 April 2012

Daya Tarik Handphone Terrhadap Remaja dan Anak Sekolah


Handphone,, pastinya kita sudah familiar dengan kata2 ini. Mengapa tidak??! karena alat ini adalah alat yang selalu menemani kita setiap waktu dan disegala kegiatan. Alat ini pula dapat menemani kita dikala kita sedih, senang, galau, bahkan marah. Alat inipula selalu menemani kita disetiap tempat dimanapun kita berada seperti dikantor, disekolah, ditempat gym, dikampus, di tempat rekreasi, di mall, bahkan ditoilet ( hehehe ). Menurut Wikipedia : Telepon selular (ponsel) atau telepon genggam (telgam) atauhandphone (HP)  adalah perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan telepon konvensional saluran tetap, namun dapat dibawa ke mana-mana (portabel, mobile) dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel (nirkabel; wireless). Sedangkan menurut saya Handphone merupakan salah satu dari sekian banyaknya alat komunikasi yang ada didunia seperti fax, pos, telegram, telephone. Dan Handphone adalah bentuk telephone yang simple dan mudah di bawa kemana - mana.
Dizaman serba canggih seperti sekarang ini, orang2 lebih tertarik menggunakan handphone dibandingkan :
1. Telepon untuk menelepon teman, keluarga, atau orang2 terdekat.
2. Pos untuk mengirim surat - menyurat.
3. Komputer untuk mengirim email dan browsing internet.
Karena sipengguna sangat dimanjakan dengan teknologi yang sudah tersedia dalam satu alat genggam. Ya dengan handphone, orang dapat melakukan semuanya hanya dengan alat ini seperti menelepon, mengirim surat lewat sms, mengirim email dan browsing internet, mengabadikan setiap moment penting sipengguna bahkan dengan handphone sipengguna dapat menghibur diri dengan bermain game yang sudah tersedia. Dengan handphone, semua kemudahan yang diinginkan pengguna diberikan tanpa membuat sipengguna melakukan sesuatu dua kali dan tanpa harus membawa alat yang besar . Cukup dengan alat sebesar genggaman tangan semua teknologi dan kemudahan sudah dapat di genggam pula. Ya, sipengguna benar2 sangat dimanjakan dengan alat ini.
Dengan kemajuan teknologi saat ini, semua vendor handphone berlomba - lomba untuk membuat handphone serba canggih dan yang sangat memanjakan sipengguna. Dan alhasil, muncullah handphone tercanggih saat ini dengan  image sendiri yaitu smartphone. Ya, Telepon pintar (smartphone) adalah telepon genggam yang mempunyai kemampuan tingkat tinggi, kadang-kadang dengan fungsi yang menyerupai komputer. Belum ada standar pabrik yang menentukan definisi telepon pintar. Bagi beberapa orang, telepon pintar merupakan telepon yang bekerja menggunakan seluruh piranti lunak sistem operasi yang menyediakan hubungan standar dan mendasar bagi pengembang aplikasi. Bagi yang lainnya, telepon pintar hanyalah merupakan sebuah telepon yang menyajikan fitur canggih seperti surel (surat elektronik), internet dan kemampuan membaca buku elektronik (e-book) atau terdapat papan ketik (baik built-in maupun eksternal) dan konektor VGA. Dengan kata lain, telepon pintar merupakan komputer mini yang mempunyai kapabilitas sebuah telepon. Seperti dibawah ini :
Dengan smartphone ini, sipengguna lebih sangat dimanjakan lagi dengan keberadaannya. Maka dari itu, peminat handphone2 terdahulu berpindah haluan dan ingin segera memiliki salah satu koleksi smartphone. Karena dengan smartphone sipengguna tak perlu khawatur dengan kemajuan teknologi. Targetnya pun bukan lagi kalangan menengah keatas namun kalangan menengah kebawah pun bisa memiliki smartphone dengan harga terjangkau. Hmmm… bener2 tidak mengenal kalangan.
Bila saya ingat2 ke belakang, dahulu handphone merupakan barang yang sangat mewah dan mahal sehingga hanya orang2 berkemampuan ekonomi lebih lah yang mampu memiliki handphone. Karena pada saat itu handphone itu harganya mahal. Namun sekarang ini, semua kalangan mampu untuk membeli handphone / smartphone. Entah apa yang menjadi daya tarik sehingga kalangan menengah kebawah pun kepincut dengan handphone / smartphone. Bahkan bila kita lihat disekeliling kita, anak2 seusia 4 tahun sudah mengerti mengoperasikan sebuah handphone bahkan smartphone. Kalau diingat lagi ditahun 2000an, yang mempunyai handphone hanya orang2 dewasa diatas usia 20 tahuna atau mereka yang sudah bekerja dan mempunyai penghasilan sendiri. Ini salah satu pengaruh dari sebuah handphone / smartphone bagi anak2. Entah baik atau tidak teknologi handphone / smartphone untuk perkembangan bagi anak2 sekarang. Semua dikembalikan lagi kepada pengawasan bimbingan dari sang orangtua.
Dengan semakin maju dan semakin banyaknya handphone / smartphone yang bermunculan, maka semakin tertinggal pula kebiasaan bangsa indonesia yang sudah tertanam sejak dahulu. Ya, salah satunya adalah jasa POS. Bagaimana tidak??! bila ingin mengirim surat dengan kawan jauh tak perlu lagi harus menulis disebuah kertas, membeli amplop, membeli perangko dan pergi ke kantor pos. Memakan waktu dan biaya besar bukan, hanya dengan membuka handphone dan ke aplikasi sms kita sudah bisa berkirim surat dengan kawan jauh dan akan segera pula menerima jawabannya. POS akan hilang sedikit demi sedikit dengan kemajuan teknologi saat ini. Hanya kita sebagai generasi muda dan penerus bangsa yang wajib memelihara dan menggunakan jasa yang dari zaman nenek moyang kita pergunakan. Semoga dengan kemajuan teknologi tak membuat cara2 traditional di Indonesia hilang.

Selasa, 10 April 2012

9 TANDA HARUS BALIK KE PACAR LAMA

Dalam urusan cinta, ada kalanya pepatah "yang lalu biarlah berlalu" memang harus dituruti. Namun pada beberapa kasus, terkadang kekasih di masa lalu justru adalah yang terbaik. 

Lalu, jika sang mantan tiba-tiba mengajak "balikan", bagaimana caranya mengetahui apakah dia patut diberi kesempatan kedua?

1. Teman-teman Anda masih berteman dengannya. Jika teman-teman menganggap mantan Anda orang yang menyenangkan untuk diajak berteman, berarti si dia memang patut dipertimbangkan. 

2. Anda belum bisa berhenti memikirkannya. Hubungan sudah berakhir berbulan-bulan, bahkan lebih dari setahun yang lalu, tapi Anda masih sering melamunkan sang mantan. Jika tak sengaja bertemu di suatu tempat, jantung serasa berdegup kencang dan Anda jadi salah tingkah.

3. Dia tak pernah kasar, baik secara fisik maupun secara verbal. Selama masa pacaran dia tak pernah memperlakukan Anda dengan buruk.

4. Perhatikan caranya meminta "balikan". Apakah dia mengirim SMS atau BBM meminta Anda kembali jadi pacarnya secara tiba-tiba, tanpa ada pendekatan terlebih dahulu? Jangan-jangan itu hanya keinginan sesaat, atau ia hanya mendadak rindu pada Anda karena terpicu suatu kenangan, dan berubah pikiran keesokan harinya. Meski sudah pernah berpacaran sebelumnya, meminta rujuk pada mantan seharusnya dilakukan layaknya pedekate sebelum pacaran, bukan dengan cara instan. Setidaknya dia mengajak Anda kencan dulu, minimal satu kali.

5. Anda tahu alasan hubungan kalian gagal di masa lalu, dan bagaimana cara mengatasinya. Misalnya dulu Anda putus dengan dia karena beda agama, pastikan Anda dan mantan sudah tahu solusinya jika ingin kembali bersama. Begitu pun jika alasan putus adalah sifat buruk Anda atau pasangan, misalnya sang mantan terlalu posesif. Bicarakan dan cari solusi masalah tersebut sebelum Anda memutuskan untuk berhubungan kembali. Jika masalah utama tak diselesaikan dulu, percuma saja. Hubungan Anda pasti akan berakhir lagi karena alasan yang sama.

6. Dia tak punya kekasih dan tak sedang mendekati wanita lain.
 Hanya karena dia bilang masih cinta pada Anda, bukan berarti dia tak bilang cinta juga pada wanita lain. Hati-hati, tak sedikit pria playboy yang menebar jaring pada banyak wanita dan menunggu siapa yang akan memakan umpannya. Bisa jadi Anda hanya sekadar cadangan.

7. Anda lebih bahagia saat masih berpacaran dengannya.
 Mungkin dulu Anda menganggap sifat cemburu sang mantan sudah tak bisa ditolerir lagi, sehingga Anda memutuskan untuk mengakhiri hubungan. Tapi jika ternyata Anda malah menderita setelah putus darinya, mungkin sebetulnya masih ada cara lain selain putus. Beda halnya jika selama pacaran, Anda dan pasangan menghabiskan 50 persen waktu untuk bertengkar. Jika saat pacaran Anda dibuatnya menangis sedih/kesal seminggu sekali, mungkin memang sebaiknya Anda tak bersamanya lagi.

8. Anda bisa membayangkan sang mantan sebagai suami Anda. Jika Anda merasa dia kurang tepat jadi pria yang akan Anda nikahi suatu hari nanti, buat apa buang-buang waktu dengan kembali menjalin hubungan dengannya? Saatnya mencari pria lain yang lebih tepat.

9. Anda sudah saling memaafkan. Hubungan tak bisa dijalin kembali jika Anda atau sang mantan masih menyimpan dendam dan belum sepenuhnya memaafkan kesalahan yang lalu. Dendam bisa jadi bahaya laten yang sewaktu-waktu bisa meledak dan diungkit kembali dalam pertengkaran. 


Gimana, ada Niat untuk balikan dengan Mantan??


Komentar setelah membaca :)

Senin, 09 April 2012

Percaya deh.. Remaja Lebih Jujur ke Jejaring Sosial Mereka daripada ke Orang Tua


Jejaring sosial. Siapa yang tak mengenal istilah ini. Dari anak-anak sampai orang tua kebanyakan pasti sudah ikut terjaring di dalamnya. Termasuk saya sendiri juga aktif. Facebook, dan twitter (micoblogging) adalah beberapa situs jejaring sosial yang sangat populer digunakan saat ini.
Tidak bisa dipungkiri lagi, bergumul dengan jejaring sosial adalah hal yang sangat menyenangkan. Ada setumpuk manfaat bisa kita dapatkan. Hanya berbekal sebuah akun, masyarakat pengguna situs jejaring sosial dapat menerima dan bertukar informasi dengan siapapun dari seluruh penjuru dunia.
Dari jejaring sosial ini juga orang tua bisa memantau kegiatan anak-anaknya. Bukan tidak mungkin jika seorang anak yang terlihat biasa-biasa saja ternyata sedang memendam satu permasalahan. Dan mereka ini cenderung lari ke jejaring sosial-nya untuk bercurhat-ria. Bukan ke orang tua mereka.

Itu yang membuat saat ini remaja se-usia saya sedang heboh dengan Twitter, ada yang pengen curhatanya di baca orang, biar orang tahu tentang yang dialaminya, tetapi ada juga yang pengen eksis. saat ini saya duduk dibangku SMA di daerah Dumai. Walaupun tempat tinggal saya ngak terlalu terkenal seperti kota-kota besar Jakarta maupun Medan! Di tempat tinggal saya yaitu Dumai, anak-anak remaja se-usia saya maupun sebagian anak sekolahan di Dumai ini sudah mulai menggunkan Twitter sebagai tempat curhatan mereka. Sekarang bagi yang bergaul seperti teman-teman saya yaitu Febrina Rahmadani, Aldi Nola, Siti Hardina, Nurul Hikmah, Siti Arffah dan Risca JS, mennggunakan Twitter sebagai tempat bersosialisasi dan mulai meninggalkan Facebook karena mereka anggap sudah kuno atau tidak jaman lagi.!!!

Seperti Febrina, biasa di panggil mby mengungkapkan curahan hati nya di Twitter. Mby ini seorang remaja wanita yang sering Galau di hampir setiap hari nya. Bagaimana tidak, dia dibuat sakit hati oleh mantannya dan sampai sekarang mby masih galau dan dilema, Hahaha (Ngeri juga kata-katannya), ada lagi Aldi Nola, yang dipanggil achong, agak ngak jelas sih nama panggilanya dengan nama aslinya, tapi ya ngak apa-apa lah. Dia orangnya ganteng dan putih, Achong ini terobsesi dengan wanita jakarta, apalagi sekarang si achong sedang ngefans berat dengan NabilaJKT48... karena si achong sangking terobsesi dia berharap mention di twitter nya dibalas, tapi apa daya sekarang harapannya tidak tercapai, kasihan :) piece chong. Ni ada lagi Siti Hardina dan Nurul Hikmah yang kisah mereka berdua hampir sama atau kurang lebih, yang sampai sekarang suka sama kakak kelas, tapi apa boleh buat, mereka berdua terlalu takut mengungkapkan nya alias cintanya bertepuk sebelah tanggan. Dengan begitu mereka selalu menggungkapkan curahan hatinya di Twitter melalui tweet yg ngak jelas. Kemudian teman saya Siti Arffah, dia seorang wanita dan sering dipanggil dengan nama Titoy (tapi gk tau asal mulai nama panggilanya). Titoy orang nya lucu dan sekarang kisah cinta nya berbelit-belit, karena sempat diputusin mantan pacarnya.!! Hehehe, kasihan amat ya, tapi di hati titoy masih sangat berharap besar dapat balikan.... Sorry Toy, lagi mengungkap kehidupan pribadi. Satu lagi teman ane Risca JS, dia dipanggil icha dan merupakan seorang wanita yang suka balap motor, badannya yang tegap sedikit dan suka menggalau akhir-akhir ini karena cinta nya seperti tidak dianggap, piece cha, lagi ngungkap... Hahaha!! Icha ini sekarang mulai menggunakan twitter untuk mengupdate curhat nya.!! :).

Saya saja kurang paham dengan tujuan curhatan mereka, untuk mengungkapkan isi hati atau pingin eksis saja..

Sekian deh cerita saya tentang Remaja yang Lebih jujur ke Jejaring sosial.!! :)






                                         Sorry Koleksi Foto Mereka kurang lengkap

Eh ni Nama Akun Twitter Mereka :
@frmby
@Aldi0a
@sitiarffah
@RiscaJS
@nurulcilubaba 
@SitiHardina 


Tunggu Update selanjutnya ya.!! :)



Sabtu, 07 April 2012

Baru Anak MUDA


Apa yang terbayang kalau kita bicara MUDA?? saya kira tidak jauh dengan spirit, enerjik sampai pada gesit. yah, itu adalah simbol-simbol yang dilekatkan pada komunitas MUDA. mereka adalah generasi yang baru star mengambil peran. pergerakannya cepat, dan mampu menyelesaikan tugasnya dengan tangan sendiri. Anak MUDA yang yang punya pendirian yang kuat dan keras pada dirinya sendiri pasti bisa keluar dari tantangan yang dihadapinya.
Itu tipe anak MUDA ideal dan didambakan banyak orang. kehadirannya pasti ditunggu dan masa ide cemerlangnya telah ditunggu-tungu. barangkali hanya satu diantara 100 anak muda yang punya visi dan misi yang jelas dalam hidupnya.ia menyadari bahwa apa pun yang terjadi, sedang terjadi atau akan terjadi harus menjadi tanggung jawabnya.
Di malam minggu seperti ini, kaum MUDA tumpah ruah dijalan. ada yang nongkrong, cerita, bermesraan atau bertukar pendapat dengan kawan sebayanya. kebanyakan diantara mereka sepertinya enjoy dan tanpa beban bahwa masa depan mereka sudah harus disiapkan. kalau sekarang masih ada orang tua dan  keluarga yang sibuk memberi hidup ke mereka, itu hanya berlangsung singkat dan smentara. kalau sudah mencapai umur TUA, mereka tidak bisa lagi berbuat banyak.
anak MUDA yang kerjaannya keluyuran dan minta ini itu sama orang tuanya sama saja mereka telah menggalikan kuburan unutk orang tuannya sesegera mungkin. nasib anak MUDa yang taunya tangan dibawah ( meminta) tanpa mau belajar bersusah payah akan merasakan betapa masa depan mereka akan suram dan pahit. mungkin masih ada harta orang tuanya, tapi bertahan samapi kapan?

Jumat, 06 April 2012

Dunia Sekolah itu Calon Kenangan Kita, Kawan


#nowplaying Sebuah Kisah Klasik - Sheila On 7
Dear, temanku. Ini celotehan kecilku sebelum mengakhiri masa pelajarku yang kupersembahkan untukmu.
Teman…
Kalian pasti berpikiran yang sama denganku. Sebentar lagi kita akan beranjak meninggalkan dunia sekolah loh! Meninggalkan seragam putih-abuabu yang selama 3 tahun ini setia menemani. Meninggalkan status kita sebagai pelajar SMA juga tentunya..
Teman..
Kalian juga pasti berpikiran seperti ini kan. Sebentar lagi, ya waktu yang begitu sebentar akan kita habiskan bersama. Bersama teman-teman satu sekolah, bersama guru-guru juga bahkan satpam dan penjaga kantin lainnya. Sebentar lagi itu semua tidak akan kita nikmati lagi, sebelum semuanya benar-benar berpisah.
Teman..
Kalian pasti berpikiran yang sedang aku pikirkan saat ini. Kapan terakhir kalinya dimarahi gurumu? Kapan terakhir kalinya kalian terlambat sekolah? Kapan terakhir kalinya kalian upacara? Kapan terakhir kalinya kalian dihukum karena melanggar ini itu? Kapan terakhir kalinya bisa bersenda gurau di kantin? Kapan kalian akan merindukan itu semua nantinya?:’)
Teman..
Kalian pasti berpikir begini juga. Kenangan selalu berada dalam pikiran kita. Seperti apapun itu wujudnya. Namun kenangan itu akan selalu menghiasi perjalanan hidup kita. Terutama kenangan selama di SMA ini. Kenangan bersama teman-teman bagaimana pun mereka padamu.
Teman..
Kalian juga pasti berpikir dan sadar betul akan ini. Waktunya tidaklah sebentar. Sampai akhirnya kalian benar-benar harus meninggalkan mereka. Meninggalkan kehidupan kalian yang sebelumnya kalian nikmati itu. Meninggalkan memori lama yang selalu tersimpan dalam ingatan kalian.
Teman..
Kalian berpikiran pula seperti ini. Andai kalian punya banyak waktu lagi untuk kemudian merasakan dunia yang dulu pernah kalian lewati. Dunia SMA. Dunia dimana kalian bisa bertemu dengan sahabat baru, pengalaman baru, kenangan baru, perjalanan baru yang sekarang tinggallah kenangan
Teman…
Untuk terakhir kalinya kalian kan berpikir hal ini. Kiranya suatu saat nanti jika kita tidak akan bisa untuk selalu bersama lagi. Ingatlah aku akan ucapanku, juga senyumku. Ingatlah akan orang-orang yang selalu hadir dalam hidupmu sampai saat ini. Ingatlah akan mereka yang selalu membuatmu ceria selama 3 tahun ini. Ingatlah juga dengan mereka yang pernah membuatmu marah, kesal, kecewa. Ingatlah mereka akan setiap kejadian yang selalu kau lalui bersama orang-orang yang terukir namanya dalam hatimu. Dan terakhir, ingatlah juga akan guru-gurumu, saat mereka mengajar tapi kalian malah asik tidur, asik main HP, asik ngobrol dengan teman sebangku. Saat mereka tetap sabar menghadapi murid sepertimu. Saat mereka marah, namun kalian hanya tertawa kecil. Saat mereka menghukummu, namun kalian tak menganggapnya sebagai teguran serius.
Teman…
Jika suatu saat kita bertemu lagi. Maukah kalian mengingatkanku kembali akan memori lalu yang pernah kita lalui bersama? Maukah kalian ulang kembali akan kejadian unik yang dulu pernah kita lakukan bersama?
Teman..
Walau esok hari aku harus menjadi lembar lamamu, jadikanlah aku lembar barumu di masa depan kelak. Karena aku takkan pernah menjadikanmu lembar lama, melainkan setiap halaman kenangan yg selalu tersirat dalam ingatan.
Teman..
Ini kuungkapkan untukmu..

Kamis, 05 April 2012

Galau, Oh Galau….


Remaja, dalam suatu pendapat dikemukakan sebagai rentang usia antara 12 - 22 tahun yang merupakan media dalam skala waktu beranjak tumbuh dari fase sebagai anak menjadi manusia dewasa. Pendapat ini merujuk terhadap perkembangan biologis maupun psikologis yang terjadi dalam beberapa fase, disinilah sebenarnya cikal bakal seorang remaja dalam menemukan dan memantapkan Jati dirinya. Pada dasarnya seorang remaja sangat menginginkan sebuah pengakuan dari orang - orang terdekat mereka, yang tak jarang mereka lampiaskan secara keliru. Perubahan cuaca ekstrem yang semula panas tiba - tiba hujan deras, kemudian panas lagi dan terkadang jauh dari prediksi sangat tepat dijadikan analogi kondisi sikap dan emosional para remaja. “GALAU” begitulah istilah yang sangat populer sebagai representatif dari isi hati remaja yang sedang terombang ambing saat menghadapi sebuah problematika. Proses perkenalan saya dengan istilah “GALAU” ini berawal ketika  Hampir setiap Harinya saat saya membuka akun di Jejaring sosial  saya temukan status yang memuat kata - kata “GALAU”, entah siapa yang memulai terlebih dahulu. Istilah “GALAU” ini memiliki daya Magis yang begitu kuat bahkan, secara lebaynya sebelum isu naiknya BBM, “GALAU” sudah menjadi top isue dikalangan remaja, dan banyak dari pemilik Akun memuatnya dalam status Facebook. Secara real dalam Kehidupan sehari - hari, “GALAU” di implementasikan dengan cara yang beragam, ada yang habis - habisan curhat di Facebook (cara ini menjadi Top Rated), ada juga yang berbagi cerita dengan orang terdekat, lebih parahnya saya temui langsung seorang teman yang sedang “GALAU” stadium lima justru berteriak tak karuan, emosi tingkat dewa, garuk - garuk kepala, bengong, dan mudah - mudahan tidak sampai Gantung diri!!!
Awalnya saya berpikir “GALAU” hanya terjadi karena problem - problem pribadi, seperti asmara, kuliah, keluarga, kali ini justru “GALAU” melanda sebagian rakyat Indonesia yang merupakan impact dari rencana pemerintah menaikkan BBM. “GALAU” yang ini dalam aplikasinya jauh lebih ekstrim dari sampel yang saya sebutkan diatas, malahan menimbulkan kerusakan fasilitas umum akibat bentrokan demonstrans (Mahasiswa) yang menolak kenaikkan bbm dengan aparat keamanan. Ternyata “GALAU” itu luar biasa ya???
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia “GALAU” berarti kacau tidak karuan, atau secara umum saya simpulkan sebagai kepanikan, keresahan, kegelisahan, dan kebimbangan terhadap sebuah problem. Nah disinilah ujian menuju fase dewasa itu terjadi, menghadapi “GALAU” ini tentu dibutuhkan cara berfikir yang positif dan matang, dalam segala masalah apakah itu sifatnya pribadi atau pun mengenai isu sosial, termasuk juga dalam kehidupan sebagai rakyat di negara yang demokrasinya belum dewasa ini. “Tua itu Pasti tapi Dewasa Adalah Pilihan” sebuah kalimat yang sangat populer, inilah yang harus bisa kita pahami esensinya, karena Karakter Dewasa itu tidak semata dilihat dari usia tapi pikiran, sikap dan perilaku. Memilih Menjadi Manusia yang Dewasa atau tetap bertahan sebagai Manusia Tua yang “GALAU”.

Rabu, 04 April 2012

Update Status


13318064281329171765
Update status……Pastinya udh sering kita dengar kata2 ini terlontar dari teman2 kita atau bahkan kita sendiri sering melakukan hal ini. Yap, update status merupakan luapan pemikiran yang kita tuangkan ke media -media yang dapat memuaskan pemikiran kita sehingga orang lain pun bisa tau apa yang sedang kita rasakan atau apa yang sedang kita alami. Dengan hal ini, emosi atau tekanan yang ada di fikiran dan benak kita bisa berkurang sehingga tidak menyebabkan stress yag berkepanjangan. Ini salah satu cara yang ampuh juga untuk menghilangkan stress selain kita pergi ketempat - tempat tertentu.  Gak hanya anak - anak muda aja yang sering update status, dari mulai anak usia 6 tahun hingga yang cukup berumur pun update status. Benar- benar gak mengenal usia untuk hal ini.  Sekarang - sekarang ini update status dipermudah dengan adanya media - media sosial yang mempermudah kita untuk menyampaikan apa yang kita inginkan sehingga  teman/orang2 terdekat bisa mengomentari status2 yang kita buat semisal facebook, twitter, blackberry, dan social messanger lainnya.
Tak heran kalau tiap beberapa menit atau bahkan detik seseorang bisa update status berkali - kali. Apalagi orang - orang yang tergila -gila dengan dunia social messanger. Kata - kata yang digunakan disetiap tulisan status pun terkadang sesuatu yang kita bisa bilang ” lebay atau aneh “. Mengapa tidak?? semisal update-an status temen saya di contact whatsapp saya :
“kamu dimana, kangenin aku dong”
“galau tingkat kecamatan”
“mau ganti karet behel warna apa ya? “
Hadeuuhhh,,,rasanya mau ketawa tapi mau muntah juga..hahahaha… Itu beberapa contoh dari status - status teman saya. Dan saya yakin kalian juga pasti pernah merasakan kalau orang - orang terdekat kita melakukan hal yang sama. Entah bagaimana ekspresi wajah kalian melihat dan membaca status - status orang - orang yang dekat. Bahkan setiap apa yang kita lakukan sebisa mungkin menyempatkan untuk update status. Entah mau makan siang bersama teman sekolah, menuju ke suatu tempat, hang out sama teman kampus bahkan mau mandi juga update status. hmmm…ckckckck…
Tapi pernahkah terfikir atau terbersit di benak teman - teman untuk tidak pudate status? atau merasa bosan  dan jenuh dengan status - status?. Kalau saya pibadi memang orang yang gak terlalu suka update status. Bahkan status yang sama bisa dengan status yang sama hingga beberapa minggu, sangking jenuhnya update status. Yang saya suka hanya liatin semua status temen saya, kalau mau komentar baru dikomentarin itupun kalo statusnya yang wajar. Kalau yang terlalu lebay langsung lewat aja. Terkadang saya suka berfikir apa mereka yang sering update status itu gak cape atau pegal harus tiap menit update apa yang mereka lakukan atau mereka rasakan. Kalau mau dijawab pasti jawabannya tidak mungkin. hahaha, itu sih jawaban logika saya aja…

Selasa, 03 April 2012

Dampak Negatif Pacaran


1. Mudah terjerumus ke perzinaan
Tentang dampak negatif yang pertama ini tak perlu disangkal lagi. Tak terhitung lagi jumlah pemuda yang benar-benar terjerumus dalam perzinaan—yang diawali dari aktivitas pacaran. Kalau sudah berzina, berarti ia telah melakukan dosa besar yang akan menyebabkan dampak-dampak buruk lainnya—baik yang ia rasakan di dunia maupun di akhirat.
2. Menurunkan tingkat keimanan
Orang yang pacaran cenderung meletakkan rasa cinta kepada kekasihnya di atas rasa cinta kepada Tuhan. Tak perlu mengelak ataupun mengiyakan, sebab pernyataan ini bisa dibuktikan dengan kualitas ibadah seseorang. Jika kualitas ibadah seseorang menurun setelah mengalami jatuh cinta, itu artinya porsi kecintaannya kepada Allah berkurang. Ia jadi jarang ke tempat ibadah, jarang membaca kiatb suci, meninggalkan ibadah kepemudaan dan lain lain.
3. ‘Melatih kemunafikan
Orang yang berpacaran itu seringkali menipu, berusaha agar pasangannya yakin bahwa ialah yang terbaik. Memang tidak semua.. tapi umumnya begitu. Ia akan menampakkan hal-hal yang baik di depan kekasihnya. Adapun hal-hal yang buruk sebagian besar ia sembunyikan. Sebagian orang ada yang sengaja menunjukkan beberapa keburukannya kepada kekasihnya sekedar untuk meraih simpati, mencari kesamaan, mendapatkan pemakluman, atau sebagai bumbu-bumbu romantisme belaka. Namun tidak jarang orang yang berpacaran mengatakan sesuatu yang sebenarnya bertentangan dengan hati kecilnya.
4. Menjadikan seseorang banyak berkhayal
Orang yang sedang jatuh cinta—pacaran—seringkali teringat dengan orang yang dicintainya itu. Lalu ia memikirkan sesuatu, berandai-andai setiap waktu—tentang apa yang akan dilakukan nanti saat bertemu, tentang apa yang akan diberikan saat itu, tentang kata-kata yang akan diucapkan sebagai bumbu, dan masih banyak lagi.
5. Mengurangi produktivitas
Jika tidak pacaran, seorang siswa/mahasiswa tentunya bisa melakukan aktivitas lain yang lebih produktif; misal membuat ide kretif,kegiatan olahraga, kegiatan akademik dan lain lain. Namun seringkali produktivitasnya turun lantaran ia berpacaran.
6. Menjadikan hidup boros
Orang yang pacaran akan selalu berkorban untuk pacarnya. Bahkan uang yang seharusnya untuk ditabung bisa habis untuk bersenang-senang: membelikan hadiah pacarnya, membeli pulsa, mentraktir, nonton Film, dan yang lainnya.
7. Akan melemahkan daya kreatifitas dan menyulitkan konsentrasi, karena pikiran mereka hanya tertuju kepada pacarnya
8. Akan menyebabkan terlambatnya studi.
Banyak fakta yang menyebutkan bahwa menurunnya prosentase kelulusan para pelajar adalah akibat pacaran, mereka jarang belajar, karena jalan-jalan terus dengan pacarnya, tidak pernah beli buku (karena uangnya habis untuk berenang-senang).
9. Terjadinya pertengkaran dan pembunuhan, hanya karena rebutan pacar.
10. Tidak setia dengan pasangannya jika sudah menikah, karena masing-masing ingat dengan pacarnya yang lama, dan selalu membanding-bandingkan antara suami/ istrinya yang syah dengan pacarnya yang lama.

Senin, 02 April 2012

Friendship, Arti Sahabat


Judulnya Friendship, sebuah film tentang persahabatan. Ini adalah film kedua Thailand yang bikin saya nyaris mewek setelah melihatnya. Ceritanya sederhana tentang persahabatan delapan remaja siswa SMP di akhir masa sekolahnya. Di dalamnya terdapat cerita lucu kekonyolan tingkah remaja, serunya kisah kasih di sekolah sampai kesedihan ketika ada salah satu dari mereka yang meninggal akibat dikeroyok segerombolan preman. Semuanya terkemas apik dengan background tahun 2007an.
Saya jadi teringat teman-teman sekolah dan sahabat-sahabat yang telah lama tak berjumpa. Bagaimana ya kabar mereka sekarang? Saya harap mereka baik-baik saja. Kesibukan dan kehidupan setelah dewasa telah memisahkan tapi saya berharap persahabatan itu akan abadi selamanya.
Sejatinya manusia tercipta sebagai makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Bagaimana keadaan kita sekarang dan bagaimana kehidupan selanjutnya akan berlansung maka dibalik itu semua dibutuhkan ratusan bahkan jutaan orang yang saling terkait untuk mendukung. Kita butuh pedagang untuk membeli makanan, pedagang butuh petani untuk bercocok tanam, petani juga perlu pupuk kandang dari peternak untuk menyuburkan tanaman dan seterusnya. Ini adalah rantai saling membutuhkan yang tidak akan pernah putus.
Ada ungkapan bahwa mencari seorang sahabat lebih sulit daripada mencari seribu musuh. Saya sangat setuju dengan ungkapan ini. Menemukan orang yang tulus dan mau berbagi suka maupun duka bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan hati yang tulus juga untuk menemukan mereka. Berikut ciri-ciri sahabat yang baik menurut pemahaman saya. Sahabat yang baik itu:
1. Setia
Kesetiaan muthlak hukumnya dalam persahabatan. Tanpa hal ini persahabatan yang langgeng tidak akan terjadi. Seseorang disebut sahabat jika mampu mendampingi di saat senang atau susah. Dalam kenyataannya kita memang tak harus selalu kumpul bersama untuk menunjukkan kesetiaan. Namun secara psikologis ini perlu dijaga.
2. Tak mengenal untung dan rugi
Persahabatan itu tidak sama dengan perdagangan di mana terdapat untung dan rugi. Dalam kehidupan nyata sering dijumpai orang-orang mengatasnamakan persahabatan hanya untuk meraup keuntungan pribadi. Biasanya orang seperti ini akan datang jika ada suka cita dan pergi entah ke mana saat duka. Menurut mereka persahabatan ada ketika bisnis bisa menguntungkan, butuh support untuk naik jabatan, butuh pendukung saat kampanye dan masih banyak modus terselubung lainnya.
3. Selalu memberikan yang terbaik
Ini bukan tentang materi di mana jika mau disebut sahabat yang baik maka harus memberikan mobil, rumah atau barang mewah lainnya. Ini tentang jalan kehidupan terbaik buat si sahabat. Sebagai sahabat yang baik tentunya kita tak mau melihat sahabat terjerumus ke dalam maksiat dan sesat. Di sinilah peran kita untuk memberitahu mana yang baik dan buruk. Sahabat yang baik tak harus selalu seiya sekata.
Sahabat adalah harta yang tak ternilai harganya untuk itu perlu dijaga dan dibina agar tetap awet. Ada banyak cara yang bisa kita lakukan, misalnya:
1. Buat acara kumpul bersama
Acara yang dimaksud bisa berbentuk reuni, jalan-jalan bareng atau saling berkunjung ke rumah satu sama lain. Frekuensi bukanlah hal yang penting namun bagaimana menghargai waktu dan memanfaatkannya untuk kebersamaan adalah inti dari silaturahmi tersebut.
2. Bikin group atau forum di dunia maya
Teknologi sudah canggih jadi tak ada alasan lagi untuk tidak bisa berkumpul. Tak berjumpa di dunia nyata maka perjumpaan di dunia maya kiranya dapat menjadi salah satu solusinya. Terlebih dengan semakin banyaknya jejaring sosial, membuat group atau forum bukanlah hal yang susah. Share hal-hal seperti foto kenangan lucu atau informasi terkini semisal undangan pernikahan untuk dibahas dengan yang lain.
Kesibukan dunia kadang membuat kita lupa bahwa ada persahabatan yang harus kita jaga dan bina. Coba tanyakan pada diri sendiri apakah kita masih ingat kapan terakhir kali bertemu dengan sahabat, bagaimana tampang mereka, apa pekerjaan mereka sekarang, di mana mereka tinggal, apakah foto mereka masih tersimpan atau terpajang di salah satu sudut rumah?
Jika mulai banyak yang kita lupakan maka ada baiknya diperbaiki dari sekarang sebelum semuanya menguap dan lenyap dari ingatan.

Minggu, 01 April 2012

Mengasah Harga Diri Remaja


13185523221739262852
Betapa banyak orang tumbuh dengan perasaan minder, sulit bergaul, dan pemarah! Biasanya kalau ditelusuri asal-muasalnya, perasaan itu muncul karena sejak kecil orang itu tidak bertumbuh dengan harga diri yang cukup. Bisa jadi dia sering dilarang melakukan ini-itu, sehingga masa eksplorasinya terhambat. Atau juga kerap dicela, dipersalahkan, dan jarang dipuji.
Sebagian anak lain tumbuh tanpa pengarahan orang tua, hanya dengan pembantu danbabysitter. Ketika remaja, anak ini menemui peer group-nya dengan tanki cinta yang nyaris kosong. Dia akan mudah dipengaruhi untuk melakukan hal-hal buruk.
Philip J. Henry, dkk dalam buku The Christian Therapist’s Notebook[1] menulis, percaya diri dibangun berdasarkan perasaan yang dipikirkannya tentang kemampuannya dibandingkan dengan prestasi yang dicapai sehari-hari. Dengan kata lain, orang itu bertanya, “Apakah saya sedang melakukan apa yang seharusnya saya lakukan?”
LIMA AREA HARGA DIRI
Ada lima area yang menjadi penyusun rasa percaya diri seseorang yang relatif normal, tidak peduli berapa pun umurnya. Anda, sebagai orang tua bisa menerapkan ke lima area ini sebagai alat analisis kepribadian remaja Anda.
1. Percaya diri rohani (spiritual self esteem) adalah kesesuaian antara apa yang remaja Anda percayai dengan apa yang menjadi perilakunya. Jika anak melihat sesehari perilaku orang tuanya sama dengan apa yang kita percayai dan ajarkan pada anak, maka harga diri rohani anak akan terbentuk. Banyak anak bermasalah dalam hal ini, karena melihat perilaku orang tua atau pembimbingnya berbeda dengan pengajaran yang disampaikannya. Anak sangat membutuhkan contoh atau teladan. Orang tua yang bisa menjadi role model yang baik pada anak akan mudah membangun percaya diri spiritual ini.
2. Self-esteem dalam bidang akademik. Ini adalah kesesuaian antara kemampuan atau prestasi di sekolah dengan yang diyakininya. Kalau anak tahu bahwa dia mampu dan prestasinya juga seimbang, maka self-esteem akademiknya terbentuk dengan baik. Contohnya: Musa, tokoh yang sejak kecil sudah dididik dalam disiplin akademis yang tinggi. Dia sudah belajar pelbagai bahasa yang berbeda pada waktu itu. Sering dilatih ilmu perang dan leadership serta semua ilmu pengetahuan Mesir yang adalah negara adidaya dunia saat itu. Agar anak-anak kita bertumbuh dengan per-caya diri akademik, ada beberapa hal yang perlu kita lakukan. Pertama, usahakan sejak kecil kita mengenali minat dan bakat anak. Lalu dorong anak mengembangkannya sejak kecil. Tidak sedikit orang tua tergoda memberi anaknya les banyak, dan berharap anaknya pandai dalam banyak bidang.
3. Social self-esteem. Harga diri sosial terbentuk berdasarkan cara keluarga dan teman memandang dirinya. Dua faktor yang membangun percaya diri sosial ini adalah sikap orang tua dan sikap teman sebaya. Kalau anak tumbuh dengan perasaan diterima dan dikasihi orang tua apa adanya, secara emosi dia dekat dengan orang tuanya maka social self-esteem terbentuk baik. Demikian juga saat dia mulai masuk sekolah, dia dilatih bergaul dengan teman-teman di sekolah atau dengan anak-anak tetangga, maka harga diri sosialnya akan terbentuk baik. Sejak kecil usahakan agar anak kita mendapat penerimaan, penghargaan, dan rasa dicintai. Itulah modalnya untuk bisa menerima dan mencintai teman-temannya di sekolah. Umumnya anak yang punya percaya diri sosial baik, cenderung menjadi bintang-bintang pergaulan.
4. Percaya diri emosi (emotional self-esteem). Yaitu, anak kita menyukai dirinya sendiri sebagaimana orang lain menyukai dirinya. Anak tahu kelemahan dan kekuatannya secara emosi, lantas dia menerima dirinya dengan semua kelebihan dan kekurangannya itu. Dia juga mudah mengakui emosi yang ada di dalam dirinya secara asertif. Dia tidak malu mengakui kekurangannya, dan bersedia dikritik oleh orang lain. Di samping itu emosi positifnya seperti kegembiraan dan rasa optimis mudah menular kepada orang lain. Kalau dia sedang marah, dia bisa mengelola kemarahan dengan baik. Jangan heran, mereka akan disukai oleh orang lain. Untuk mengembangkan percaya diri emosi pada anak, orang tua perlu menerima anak apa adanya. Memberi penghargaan kepada setiap emosi anak, baik positif maupun negatif. Kalau anak sedih, orang tua belajar berempati dan menjadi pendengar yang baik. Jika kemarahan anak sedang meledak, orang tua mengizinkan dia melepas kemarahannya secara proporsional, bukan langsung menegur dengan marah saat dia juga sedang kesal.
5. Physical self-esteem atau harga diri fisik. Ini dibentuk oleh dua hal, appearance atau penampilan diri dan ketrampilan. Penampilan diri misalnya, apakah anak ini enak dipandang, wangi, rapi, atau kebalikannya. Anak perlu diajari agar tampil menarik dan bersih. Jangan membedakan si anak dengan kakak atau adiknya. Anak juga harus terampil mengerjakan pekerjaan rumah yang sederhana. Misalnya merapikan tempat tidur, mencuci piring, memperbaiki alat tertentu, menyapu rumah, atau memasak.
Harga diri anak dibangun sejak usia balita. Sebab di lima atau enam tahun pertama otak anak bertumbuh dengan sangat cepat dan 80% sel saraf otak terbentuk. Pada usia ini juga 50% potensi kapasitas otak terbentuk. Pada usia balita terjadi pembentukan fondasi “pembelajaran”, anak sangat haus belajar, termasuk keterampilan dan penampilan. Mari kita siapkan dan bangun harga diri anak sebaik-baiknya sejak dini.
Keluargaku Pelangiku